Entri Populer

Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label komputer. Tampilkan semua postingan

5 tips trik sederhana mengurangi panas laptop anda

Written By Unknown on Selasa, 30 November 2010 | 17.29

Cara Mudah Mengatasi Laptop Panas

Cara Mudah Mengatasi Laptop Panas. Menurut Anda, bagaimana sih cara mengatasi panas pada laptop? Apakah cukup dengan memakai cooling pad saja? Ternyata masih banyak lagi cara yang lebih efektif! Apa saja tips jitu untuk mengatasi panas pada laptop kesayangan Anda?

1. Gunakan cooling pad
cara ini paling umum, tp pemakaian cooling pad kurang berpengaruh. cooling pad yg paling murah paling hanya menurunkan temperatur cpu 1-5C

2. Bersihkan kipas heatsink notebook dari debu
biasanya klo laptop udh lama dipake, maka debu akan numpuk di kipas & heatsink. debu akan menghalangi hembusan udara panas keluar, jadi cpu ente akan spt di gurun pasir. hehe ..

3 Ganti thermal paste CPU
stelah bersihkan heatsink dari debu, jangan lupa ganti thermal paste. Thermal paste tidak berfungsi untuk mendinginkan cpu secara aktif, melainkan membuat transfer panas dari CPU ke heatsink menjadi lebih bagus. klo ente ganti thermal paste tp heatsink berdebu atau kipas tidak berjalan normal, gak bakal efek.

4. Suhu Ruangan
suhu ruangan sangat berpengaruh thd panas laptop. Bagusnya sih nyalain laptop di tengah antartica kali ya..wkwkwk. Nah, karena ane pake laptop di ruangan non-AC, jadi ane ga bisa terlalu banyak berharap dari sini.

5. Undervolting
Nah, cara yg ini langsung mengurangi panas di CPU sndiri dengan menggunakan s/w dengan total biaya 0, Hasilnya bisa mengalahkan smua point di atas huehehehe

Apa sih Undervolt itu?? undervolting adalah proses mengurangi voltase berlebih ke CPU dengan menggunakan software. Undervolting tidak mempengaruhi performance sama skali. yang mempengaruhi performance adalah overclock dan underclock. Undervolting tidak sama dengan underclocking zzz

Tidak semua prosesor sama, tiap model prosesor memiliki toleransi voltase yang berbeda. Tapi daripada repot2 menyetel voltase stabil terendah ke tiap chip, Intel memakai voltase standard yang stabil (dan tinggi) ke setiap chip.

Masalahnya adalah voltase standard pabrikan sangat tinggi
(otomatis menambah tinggi temperatur cpu). Undervolting mencoba menyetel ke voltase stabil yang paling rendah

Proses undervolting memang memakan waktu, karena kita harus mencari voltase stabil terendah untuk tiap2 multiplier di CPU. Multiplier berhubungan dengan teknologi speedstep, daripada cpu bekerja full power tiap saat, multiplier digunakan untuk mengatur clock cpu secara dinamik (tanda multiplier: 6x, 7x, 8x dst). Tp klo udh dpt voltase stabilnya.

Yang terakhir, gunakan tools HWMonitor untuk memonitor tegangan dan suhu laptop. Anda bisa Semoga bemanfaat.

sumber : http://gratisanlounge.blogspot.com/2010/11/5-tips-trik-sederhana-mengurangi-panas.html
17.29 | 0 komentar | Read More

5 langkah gratis download cepat rapidshare no limit seperti premium

  1. masuk ke website http://sinesperas.net/
  2. copy paste link yang mau di download ke kolom yang tersedia
  3. klik tombol transferir archivo tunggu 10 detik
  4. setelah 10 detik, klik kembali tombol transferir archivo
  5. tunggu beberapa saat sampai muncul link baru yang bisa langsung anda download
  6. selamat menikmati gratis download cepat rapidshare no limit seperti premium
17.26 | 0 komentar | Read More

14 tips trik menjaga account facebook dan twitter anda

Sebulan terakhir, peningkatan pencurian informasi pribadi naik hingga 80 persen.
Belakangan ini perampasan user name dan password akun email, situs jejaring sosial dan media sosial lainnya lewat cara penipuan (phising) kian marak. Bahkan menurut data Symantec Spam & Phising Report November 2010, kejahatan phising naik 80 persen dibanding bulan sebelumnya.
Umumnya, pelaku menyebarkan link yang dibuat sedemikian rupa sehingga tidak mencurigakan bagi penerimanya di berbagai jejaring atau media sosial. Jika korban mengklik link tersebut, maka pelaku dapat dengan mudah mencuri data-data pribadi korban, termasuk user name dan password.
Berikut ini beberapa tips yang disarankan oleh Symantec, untuk menghindari agar akun Twitter, Facebook, atau email Anda tidak diserobot oleh orang lain yang tidak berkepentingan.
Yang sebaiknya dilakukan:
- Berhenti berlangganan dari milis jika Anda tidak ingin menerima pesan lagi dari milis tersebut.
- Ketika mendaftar untuk menerima email, periksa juga item-item tambahan apa saja yang Anda inginkan bersamaan dengan email yang dikirimkan.
- Seleksi secara ketat situs-situs mana saja yang pantas Anda beritahukan alamat email Anda.
- Hindari mengabarkan alamat email Anda di dunia maya. Pertimbangkan pilihan alternatif- misalnya, gunakan alamat email yang berbeda saat mendaftar pada milis tertentu, gunakan beberapa alamat email untuk berbagai tujuan berbeda, atau buat akun email sekali pakai.
- Ikuti petunjuk yang disediakan oleh administrator, laporkan spam jika ada opsi untuk melakukannya.
- Hapus semua spam.
- Hindari mengklik pada link mencurigakan dalam email atau pesan IM, karena bisa saja akan menghubungkan ke situs palsu. Ketik manual alamat situs langsung pada kolomnya di browser lebih aman dibanding percaya pada link dalam pesan.
- Pastikan bahwa sistem operasi selalu dimutakhirkan dengan update terbaru, dan gunakan software keamanan yang mumpuni.
Yang sebaiknya tidak Dilakukan:
- Membuka lampiran dari email yang tidak dikenal. Lampiran ini dapat menginfeksi komputer Anda.
- Membalas spam. Biasanya alamat emailnya dipalsukan, dan membalas email spam akan menghasilkan spam-spam lain.
- Mengisi formulir dalam pesan yang meminta informasi pribadi atau keuangan atau kata sandi (password). Perusahaan bonafid tidak mungkin meminta informasi pribadi pelanggan lewat email. Jika ragu, hubungi perusahaan yang bersangkutan lewat mekanisme lain seperti menghubungi layanan kontak pelanggan.
- Membuka pesan spam.
- Membeli produk atau jasa dari pesan spam.
- Meneruskan peringatan virus apapun yang anda terima melalui email. Bisa jadi ini adalah berita bohong (hoax)
17.25 | 0 komentar | Read More

SITTI DATANG, SITTI MENANTANG, SEMOGA MENANG !

Written By Unknown on Sabtu, 27 November 2010 | 19.45

Saya bersama 2 rekan blogger (Aulia Masna dan Rama) mejeng sejenak dalam acara "Sitti Buka Pintu" (foto by Sekar SITTI)

Suasana di Lantai 2 Gedung Graha Tirtahadi Jl.Senopati Jakarta Selatan begitu semarak, ketika saya pertama kali menginjakkan kaki ke kantor PT SITTI Teknologi Indonesia, sebuah perusahaan yang mengelola jaringan pemasang iklan kontekstual daring (online) terbesar di Indonesia, siang tadi (24/11). Hari itu, sebagai blogger, saya diundang untuk menghadiri acara “SITTI Buka Pintu” yang merupakan acara pemaparan profil SITTI sekaligus memperkenalkan kantor baru mereka. Saya memang pernah membaca tentang SITTI bahkan pernah menulis artikel mengenai platform iklan kontekstual “rasa Indonesia” itu disini.

Setelah mengisi buku tamu, saya memasuki ruangan presentasi dimana sebuah layar besar terpampang dan dihadapannya terletak sekitar 100-an tempat duduk. Pada bagian dindingnya terdapat beberapa poster dengan kalimat-kalimat yang “eye-catching”. Sebelumnya, sang resepsionis mengalungkan selendang bermotif batik ke leher saya. Wah..keren juga!.

Saya memasuki ruangan dan langsung menyapa Pitra Satvika dan berkenalan dengan Pak Dhanang Radityo (Sales & Marketing Manager Kompas.com) yang kebetulan sedang berada di dekat pintu masuk. Menyusul kemudian datang Aulia Masna dan Rama Mamuaya (blogger sekaligus founder dailysocial.net) ikut nimbrung ngobrol bersama kami. Sapaan hangat datang dari sang tuan rumah, mbak Sekar Sosronegoro kepada kami semua

Saya lalu mencicipi minuman kunyit asem yang menjadi “welcome drink” dalam acara “SITTI Buka Pintu” tersebut. Rasanya begitu segar menyentuh kerongkongan. Beberapa saat kemudian Enda Nasution, Pak Didi Nugrahadi dan Pak Nukman Luthfie. memasuki ruangan. Sang pembawa acara mempersilahkan hadirin untuk makan siang terlebih dahulu sebelum acara dimulai. Kami semua lantas menghampiri meja makan dan terlihat hidangan tradisonal ala nasi gudeg mulai dari ayam suwir opor, kentang goreng sambal, tempe orek dan telur pedas. Tidak hanya itu, tersedia pula asinan Bogor sebagai pilihan menu. Saya menyantap dengan lahap sajian makan siang istimewa dari SITTI.

Usai makan siang, dilanjutkan presentasi oleh sang pendiri SITTI, Andy Sjarief. Dengan penuh percaya diri dan gaya penyajian yang memikat, Andy memaparkan keinginan SITTI menantang terang-terangan “sang raksasa” Google dalam hal iklan kontekstual. Ia menyajikan fakta betapa fantastisnya kinerja Google dengan hanya dalam waktu sepuluh tahun saja menghasilkan pendapatan berkali lipat yakni dimulai dengan Rp 2 Milyar hingga mencapai Rp 230 Trilyun. “Bayangkan, ” kata Andy,”Apabila nilai pasar seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia disatukan, 60% dari nilai yang muncul sama dengan nilai pasar Google,inc!”. Kekuatan raksasa yang dimiliki Google juga didukung oleh infrastruktur yang canggih dan sumber daya yang mumpuni. Saat ini kata Andy, “ ”Google punya 20.000 tenaga kerja, SITTI hanya 20 orang,Google punya 1 juta server dan SITTI hanya punya 6″.

Andy Sjarief CEO SITTI memaparkan soal Platform Iklan Kontekstual Berbahasa Indonesia ini (sumber foto: Kompas.com)

“Nah, kenapa kok kami di SITTI tiba-tiba begitu berani menantang Google?”, tanya Andy yang juga adalah CEO SITTI ini. Sejenak ia terdiam dan naik ke atas “podium” berupa kemasan krat minuman teh botol. “Modal kami, Nekad dan Teh Botol, untuk anda tahu saja personil SITTI begitu senang dengan Teh Botol dan hanya jumlah konsumsi teh botol yang bisa mengalahkan berapa kali mereka mengakses Google setiap hari”, seloroh Andy yang disambut tawa hadirin.

Andy lalu menggambarkan, bagaimana kehebatan Google menghimpun dana begitu besar dengan 97% pendapatannya dari iklan. Ada dua macam pendapatan Google dari iklan: yaitu iklan di mesin pencari Google, disebut sebagai Adwords™, yaitu iklan yang muncul karena dipicu oleh pencarian oleh pengguna Google, dan (2)Adsense™, yaitu iklan yang muncul di situs atau blog yang memasang skrip program ini, di mana Google melakukan pencarian iklan apa yang relevan dengan artikel atau konten dari situs atau blog tersebut.

“Kita pun bisa melakukan itu, terlebih melihat potensi pengguna internet di Indonesia yang dalam kurun waktu 9 tahun terakhir bertumbuh sebesar 1,150% dengan populasi mencapai 38 juta orang dan ini belum termasuk pengakses internet lewat jaringan telepon seluler. Tentu ini menjadi lahan yang bagus untuk beriklan, SITTI dengan modal nekad dan “spirit teh botol” mencoba meraih peluang ini, apalagi setelah mendapatkan fakta bahwa alokasi iklan digital di Indonesia hanya berada di kisaran 2% dari total pengeluaran iklan dan kemungkinan besar dipicu oleh kurang jelasnya keterukuran iklan dalam situs-situs tersebut,” ujar Andy optimis.

“Banyak perusahaan di Indonesia, besar maupun kecil, mengidap penyakit kronis PDTNTLM alias “Pengen ke Digital Tapi Nggak Tau Lewat Mana” dan SITTI bisa menjadi jembatan untuk itu. SITTI adalah mesin yang mengerti Bahasa Indonesia dengan baik dan benar, mulai dari bahasa jadul, bahasa gaul bahkan bahasa Alay sekalipun. Dengan perbendaharaan kata Indonesia sebanyak itu, SITTI menjadi “biro jodoh” yang baik bagi pengiklan dan blog/situs yang ada dalam database SITTI”, tambahnya. SITTI saat ini telah memiliki 80 juta pageview, 3300 iklan yang datang dari 529 brand, 1,516,389 halaman web yang siap menjadi media para pengiklan dan 19,342,027 website yang sudah diakses oleh user. “Dan jumlah ini akan terus bertambah seiring laju perkembangan internet di Indonesia,” ujar pria bertubuh tinggi besar itu.

“SITTI sudah meluncurkan SITTI 359 yaitu sebuah platform iklan kontekstual yang dibuat khusus dalam dan untuk Bahasa Indonesia. SITTI359 identik dengan Google Adsense™ di hampir semua aspek, kecuali SITTI359 hanyaberfungsi pada satu bahasa. Mulai 1 Oktober 2010, SITTI melakukan uji kuantitatif versi BETA-nya secara live, menguji 329 merek; dengan 3,000 iklan dan 30,000 kata kunci (keywords). Dalam uji ini, ke 329 merek tersebut beriklan gratis di platform SITTI, yang kini telah mencakup lebih dari 1.6 juta halaman situs dan blog. Satu hal yang belum pernah dipublikasikan hingga hasil uji ini diumumkan nanti, adalah pada saat yang bersamaan uji ini dilakukan di platform SITTI, dengan data yang sama, juga dilakukan uji yang sama pada platform iklan Adsense™ milik Google. Tujuan pengujian ganda ini adalah untuk melihat tingkat kinerja iklan dalam platform SITTI dalam hubungannya dengan platform Adsense™ milik Google, pemain terbaik di dunia dalam contextual” , kata Andy.

Dalam CD-ROM yang diberikan kepada saya saat registrasi, terdapat hasil pengujian tersebut yang dilaksanakan oleh Anantya Van Bronchorst seorang praktisi bidang komunikasi dan internet dan mengungkap berbagai fakta menarik. Data yang diambil dalam 3 tahap berbeda: Tahap 1: 1-08 Oktober 2010, Tahap 2: 19-23 Oktober 2010 dan Tahap 3: 24 Oktober – 5 November 2010. Secara Keseluruhan perbandingan digunakan untuk menentukan efektivitas setiap platform (SITTI dan Adwords™) pada setiap dan masing-masing profil klien. Traffic dari SITTI dan Adwords™ akan dilacak, apabila hasil mendekati 100% berarti platform tersebut memiliki kemampuan distribusi yang lebih baik terhadap semua profil klien. Dari data yang dikumpulkan, bahwa dari 242 Profile (100%), jumlah profil yang berisi traffic SITTI lebih tinggi dari Adwords™.

Berikut datanya: Pada Tahap 1: Jumlah profil yang memiliki traffic SITTI adalah 91 profil atau sebanyak 38% Jumlah profil yang memiliki traffic Adwords™ adalah 82 profil atau sebanyak 34%. Di Tahap 2: Jumlah profil yang memiliki traffic SITTI adalah 172 profil atau sebanyak 71% Jumlah profil yang memiliki traffic Adwords™ adalah 47 profil atau sebanyak 19% dan di Tahap 3: Jumlah profil yang memiliki traffic SITTI adalah 216 profil atau sebanyak 89% Jumlah profil yang memiliki traffic Adwords™ adalah 42 profil atau sebanyak 17%.

Dari metode perbandingan secara keseluruhan,terlihat bahwa profil yang memiliki traffic SITTI meningkat secara konsisten dalam setiap fase . Sedangkan profil yang memiliki traffic Adwords™ tidak. Ini berarti SITTI mampu secara bertahap meningkatkan kemungkinan klik pada kata kunci yang berbeda (sehingga mengakibatkan peningkatan traffic dari SITTI ke landing page yang berbeda) di semua profil di setiap tahap dan memuncak pada tahap 3. Tahap 3 merekam bahwa sebanyak 89% profil yang digunakan benar-benar memiliki traffic dari SITTI. Dengan kata lain iklan teks SITTI mampu mencapai profil lebih banyak.

Apakah SITTI platform iklan yang lebih baik daripada platform iklan Google dalam Bahasa Indonesia? Jawabannya tidak. Tes ini tidak menunjukkan dengan cara apapun bahwa Sitti lebih baik daripada Google. Namun, untuk periode 1 Oktober sampai 5 November, 345 merek yang digunakan, dengan 3,000 iklan dan kata kunci 30.000 menunjukkan bahwa platform iklan SITTI mengungguli platform iklan Google di setiap matriks secara signifikan. Tiga komponen yang diukur untuk tes adalah CTR, jumlah klik dan impression yang disampaikan. Kesimpulannya terlihat bahwa platform SITTI memiliki kinerja yang lebih unggul. Namun, tes ini juga menunjukkan bahwa platform iklan Google
juga terjadi peningkatan signifikan untuk kategori tertentu dan mempertahankan keunggulannya dalam efisiensi pada total CTR dibandingkan dengan total impression yang sampai, demikian kesimpulan akhir test tersebut.

Sebagai “new comer” (baru berjalan 6 bulan), SITTI sudah mampu memperlihatkan kemampuan yang luar biasa. Hasil test menjadi salah satu indikator, bagaimana SITTI mampu memainkan perannya ditengah gemuruh gejolak perkembangan dunia internet di Indonesia. Terlebih, bila SITTI mampu menjadi jembatan efektif bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Indonesia untuk menyajikan informasi konten iklan “low cost high impact” dengan para konsumennya akan menjadi prospek masa depan bagi perkembangan bisnis dan menggairahkan ekonomi kerakyatan di negeri ini.

Saya yakin SITTI pasti bisa “memenangkan” pertarungan hebat ini melawan sang mahaguru, Google.

Sebagai Blogger saya siap mendukung.

Maju terus SITTI !


sumber : http://daengbattala.com/?p=2040

19.45 | 0 komentar | Read More